kondisi tarian gandrung di masyarakat

Sabtu, 27 November 2010

Aspek sosial budaya pada bayi baru lahir


kebudayaan pada bayi baru lahir  ini menyebabkan banyaknya mitos mengenai bayi baru lahir. Mitos-mitos yang lahir dimasyarakat ini kebenarannya kadang tidak masuk akal dan bahkan dapat berbahaya bagi ibu dan bayi. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang merawat bayi baru lahir . Bayi baru lahir normal adalah bayi baru lahir dari kehamilan yang normal.


Bayi berat lahir rendah dipengaruhi dari beberapa faktor :
A) Faktor-faktor yang berkaitan dengan ibu seperti: umur ibu, umur kehamilan, paritos, berat badan dan tinggi badan, status gizi (nutrisi), anemia, kebiasaan minum alkohol dan merokok, penyakit-penyakit keadaan tertentu waktu hamil (misalnya anemia, pendarahan dan lain-lain), jarak kehamilan, kehamilan ganda, riwayat abortus.
B) Pelayanan kesehatan (antenatal cores).
C) Faktor janin meliputi kehamilan kembar dan kelainan bawaan.
D) Faktor lingkungan seperti pendidikan dan pengetahuan ibu, pekerjaan, dan status sosial ekonomi dan budaya.
Ada pun mitos dan fakta merawat bayi baru lahir hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara merawat bayi . salah satunya adalah
o Dibedong agar kaki tidak bengkok dikarena Hampir setiap bayi memiliki kaki yang tampak bengkok, begitulah fisiologis kaki bayi. Ini disebabkan karena ia masih terbiasa dengan posisi meringkuk ketika masih berada didalam rahim. beberapa ibu membedong bayi untuk melindungi dari dingin, baik karena faktor cuaca atau setelah mandi. 
o Hidung ditarik agar mancung.
Tidak hubungannya menarik hidung dengan mancung tidaknya hidung, semua tergantung dari bentuk tulang hidungnya.
o       Bayi yang mengalami kuning beberapa hari pasca kelahirannya harus dijemur diruangan terbuka. Penyakit kuning yang diderita bayi merupakan proses alamiah dari pemecahan sel darah ibunya. Proses ini memang dapat terbantu oleh sinar matahari.
o       ASI pertama yang berwarna kekuningan merupakan asi yang sudah basi dan tidak baik dikonsumsi bayi.asi pertama adalah kolostrum yang mengandung zat kekebalan tubuh dan kaya akan protein , asi sangat tergantung bahan nutrien yang terkandung di dalamnya. 
o       Ketika bayi demam harus dikompres air dingin.Setelah dikompres, tubuh yang awalnya panas mungkin akan terasa dingin begitu diraba. Akan tetapi ini bukan pertanda bahwa si kecil membaik. Sebaliknya suhu dingin dari kompresan tersebut akan mengirim sinyal yang salah kepada tubuh anak.
 
Cara Merawat Bayi Baru Lahir
     Ø  MATA Pada bayi baru lahir, karena di kandungan belum pernah menangis, maka sumber air mata belum berproduksi. Jadi, salurannya masih tertutup. 
 Ø  HIDUNG Bagian dalam hidung punya daya pembersih sendiri dan tak perlu perawatan khusus. Jika ada cairan atau kotoran yang keluar, bersihkan bagian luarnya.
Ø    TELINGA Sama seperti hidung, bagian dalam telinga juga tak boleh dibersihkan. Anda boleh membersihkan jika kotoran itu sudah mencapai "pintu" keluar atau setelah melewati .      Ø   MULUT Sebenarnya mulut bayi tak perlu perawatan khusus. Apalagi sampai menggunakan kasa steril yang dibasahi air matang untuk membersihkan endapan susu di permukaan lidah.

Dalam menghadapi suatu kebudayaan pada masa bayi baru lahir maka kita memerlukan suatu perencanaan dan pemantauan kesehatan salah satunya dengan penyuluhan agar kita dapat mengubah atau memperbaiki suatu keadaan dalam mitos yang dapat merugikan ibu,janin dan bayi. karena bila tidak dapat membahayakan pertumbuhan dan keadaan bayi bahkan dapat dikatakan bahwa mitos-mitos yang merugikan dan membahayakan bagi bayi dan ibu nya . Tenaga kesehatan khususnya bidan harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya, beradaptasi dengan budaya-budaya dominan yang ada di daerahnya. Dan memberikan penyuluhan tentang kesehatan ibu dan bayi baru lahir. agar para ibu dan masyarakat di lingkungannya dapat mengerti benar .











































Faktor Pendorong serta pemhambat pembangunan kesehatan di masyarakat

             Pembangunan di masyarakat dalam rangka menolong , mengenal dan memecahkan masalah atau kebutuhan yang dirasakan masyarakat, baik dalam bidang kesehatan maupun bidang dalam bidang yang berkaitan dengan kesehatan, agar mampu memelihara kehidupannya yang sehat dalam rangka meningkatkan mutu guna mensejahterahkan kehidupan .

Macam-macam Kondisi-kondisi yang ada :
- Kondisi dan status kesehatan perempuan Indonesia masih rendah hal ini terlihat dari beberapa indikator Angka Kematian Ibu (AKI) saat ini masih tinggi Permasalahan tersebut disebabkan oleh permasalahan seperti status kesehatan reproduksi, status gizi ibu sebelum dan selama kehamilan, pendidikan, tingkat ekonomi keluarga yang rendah serta status dan kedudukan perempuan yang rendah dalam keluarga dan masyarakat.adapun Penyakit menularnya yaitu HIV/AIDS penyakit ini sangatlah berbahaya kurangnya akses pelayanan pencegahan dan Kekerasan dan dapat menyebabkan kematian pada seseorang . pelayanan kesehatan masih belum menjangkau keseleruh lapisan masyarakat alias tidak merata.Kebanyakan masyarakat masih memandang hak kesehatan hanya pada hak untuk memperoleh pelayanan kuratif dirumah sakit  dan puskesmas , Padahal,hak untuk menikmati hidup sehat jauh lebih luas daripada sekedar hak akan pelayanan kuratif.
 
- Kondisi tersebut diatas menunjukan ,kesehatan sebagai salah satu unsur Utama SDM dan sebagai modal tahan lama bagi pembangunan kesehatan Indonesia sama sekali belum dianggap penting oleh para pembuat keputusan.

- Kondisi kesehatan dalam suatu pengembangan masyarakat dan pembangunan secara nasional.maka diharapkan bagi pemerintah untuk memahami keadaan tersebut dan menyusun paradigma yang menyokong Pembangunan dengan meningkatkan kesehatan agar menghasilkan SDM yang berkualitas.

Contoh Kesehatan perempuan sebagai sebuah investasi merupakan cerminan dari pentingnya SDM yang produktif. Di beberapa Negara maju yang menggunakan konsep sehat produktif, sehat adalah sarana atau alat untuk hidup sehari-hari secara produktif. Upaya kesehatan harus diarahkan untuk dapata membawa setiap penduduk memiliki kesehatan yang cukup agar bisa hidup produktif , pemerintah masih memandang sektor kesehatan sebagai sektor konsumtif, kesehatan tidak dilihat sebagai investasi, tetapi hanya dilihat sebagai sector kesejahteraan yang dinilai menjadi beban biaya. 
untuk menikmati hidup sehat jauh lebih luas daripada sekedar hak akan pelayanan kuratif.salah satu jaminan dari Negara bahwa segala akses informasi tentang kesehatan dan ketersediannya harus terpenuhi bagi segala lapisan masyarakat.Belum Dipenuhi oleh Negara.Selama ini Kesehatan Dianggap sebagai barang yang mahal, Kesehatan Di Indonesia hanya untuk kalangan berpunya ‘orang miskin dilarang sakit’disini.tragis, mengingat Kekayaan Indonesia salah satunya dengan mengembangkan :
·  Kinerja Pelayanan yang rendah juga merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan penduduk rendahnya kualitas pelayanan kesehatan yang ditandai dengan masih dibawah standarnya kualitas pelayanan sebagian rumah sakit daerah serta keterbatasan tenaga kesehatan.
· Perilaku masyarakat yang kurang mendukung hidup Bersih adalah salah satu yang mengatur kesehatan dengan cara mengatur keadaan alam salah satu nya sungai , Sungai bukan lagi menjadi tata perairan kota tapi tempat sampah umum. Belum lagi ada masyarakat yang MCK di sungai, begitu pula di sebagian wilayah pedesaan Indonesia kesadaraan akan pentingnya kesehatan belum kita temukan di masyarakat kita .
· Rendahnya Kondisi kesehatan lingkungan serta Rendahnya Pembangunan Ekonomi yang belum merata adalah biang keladi pokok masalah ini.hal tersebut menimbulkan kesenjangan soasial Baik Papan,sandang dan pangan. 
· Beban Ganda penyakit Bagi masyarakat Indonesia khususnya, penyakit memiliki beban ganda,yang pertama adalah rasa sakit yang diderita dan Uang yang cukup banyak Untuk mengatasi masalah penyakit yang dideritanya .


Ada pun Langkah-langkah yang harus ditempuh guna memperbaiki sistem pembangunan di masyarakat .
dengan cara internal ada dua cara
a ) Pembangunan Berwawasan Kesehatan dengan  
cara memperbaiki kinerja pelayanan kesehatan dengan  berkembangnya Pengetahuan dan kebutuhan masyarakat tentang arti kesehatan,maka para pelaku kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, semua pihak yang bekerja dalam kesehatan disarankan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitasnya, baik dengan pendidikan normal .
b ) mengelola masyarakat  dengan
Pembangunan Diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat tujuannya adalah Mengubah perilaku masyarakat. Diselenggarakan dengan dasar-dasar kemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata dikarenakan Masyarakat sebagai penentu kesehatannya sendiri . Memperhatikan dinamika kependudukan, epidemiolog, ekologi, kemajuan iptek, serta globalisasi dan demokratisasi  hal ini Berurusan dengan pengaruh dari sektor lain.

dengan cara Eskternal

a ) diluar system kesehatan Banyaknya factor lambatnya pembangunan kesehatan di Indonesia, perlu  segera di atasi.faktor dari luar pelaku kesehatan adalah para pasien ataupun sasaran kesehatan yaitu masyarakat.dilihat dari segi perekonomian Indonesia saja telah dapat dilihat kesenjangan yang terjadi,di harapkan Departemen kesehatan, masyarakat, dan para pelaku kesehatan lebih peduli juga terhadap masalah masalah dan kebiasaan di karena keterbatasan mereka serta sikap acuh mereka disebabkan oleh minimnya pengertahuan masyarakat tentang kesehatan, Pelaku kesehatan di harapkan mengadakan penyuluhan-penyuluhan, serta pemberdayaan masyarakat, bukan hanya di kota, tapi terlebih di desa-desa pedalaman.
b )Determinan kesehatan
          Untuk merealisasikan tujuan-tujuan diatas tersebut perlu ditingkatkan sector social ekonomi, budaya 

positif dan lingkungan yang sehat.Perilaku gaya hidup dipengaruhi oleh 
* Pekerjaan
* Pendidikan
* lingkungan kerja 
* Serta pelayanan kesehatan perumahan
  
Cara guna kemajuan dan peningkatan pembangunan kesehatan.namun hal yang terpenting  untuk meningkatkan kesehatan SDM Indonesia adalah factor genetic dan kondisi awal kehidupannya.yang bersangkutan dengan Ibu hamil,masa kehamilan dan kelahiran.peningkatan dalam hal ini sangatlah penting untuk di perhatikan oleh semua masyarakat Indonesia. kualitas dan kuantitas.semua masyarakat ikut berperan aktif dalam pembangunan dengan mendukung segala upaya peningkattan kesehatan.

sumber : http://www.menegpp.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=262:rakornas-pembangunan-pp-dan-pa-tahun-2010&catid=36:press-release&Itemid=87)





  


Aspek sosialbudaya yang berhubungan dengan kesehatan ibu

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah pelayanan kesehatan ibu dan anak yang meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, keluarga berencana, kesehatan reproduksi, pemeriksaan bayi, anak balita dan anak prasekolah sehat. 
Kematian Ibu (AKI) masih cukup tinggi Penyebab kematian adalah pendarahan dan eklampsia, hal tersebut dapat dicegah dengan pemeriksaan kehamilan (antenatal care/ANC) yang memadai. Persalinan oleh tenaga kesehatan menurut SDKI 1997 masih sangatlah rendah. dan kematian ibu juga dapat diubah menjadi rasio kematian ibu, dengan membagi angka kematian dengan angka fertilitas umum Jumlah kelahiran Hidup adalah banyaknya bayi yang lahir hidup pada tahun tertentu.
Angka kematian ibu adalah jumlah kematian ibu akibat proses reproduktif adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh .
Ada pun Sebab-sebab kematian ibu adalah :
Perdarahan
Perdarahan yang dapat menyebabkan kematian ibu terdiri atas perdarahan post partum, perdarahan berkaitan abortus, perdarahan akibat kehamilan ektopik, perdarahan akibat lokasi plasenta abnormal.
 
Hipertensi 
Hipertensi umumnya disertai edema dan proteinuria (pre eklamsia). Pada kasus berat disertai oleh kejang-kejang dan koma (eklamsia). 
•Infeksi
Infeksi juga dapat berakibat kematian Infeksi nifas atau infeksi panggul post partum biasanya dimulai oleh infeksi uterus atau parametrium tetapi kadang-kadang meluas dan menyebabkan peritonitis, tromboflebitis dan bakteriemia.

-Alasan menurunnya angka kematian ibu :
• Transfusi darah
• Anti mikroba
• Pemeliharaan cairan elektrolit, keseimbangan asam-basa pada komplikasi- komplikasi serius kehamilan dan persalinan.
Selain dari faktor keterlambatan dalam pengambilan keputusan,adanya suatu keyakinan dan sikap pasrah dari masyarakat bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan takdir yang tak dapat dihindarkan.

Selain pada masa hamil, pantangan-pantangan atau anjuran masih diberlakukan juga pada masa pasca persalinan. Pantangan ataupun anjuraan ini biasanya berkaitan dengan proses pemulihan kondisi fisik misalnya, ada makanan tertentu yang sebaiknya dikonsumsi untuk memperbanyak produksi ASI ada pula makanan tertentu yang dilarang karena dianggap dapat mempengaruhi kesehatan bayi.ada juga Secara tradisional ada praktek-praktek yang dilakukan oleh dukun beranak untuk mengembalikan kondisi fisik dan kesehatan si ibu , Misalnya mengurut perut yang bertujuan untuk mengembalikan rahim ke posisi semula memasukkan ramuan-ramuan seperti daun-daunan kedalam vagina dengan maksud untuk membersihkan darah dan cairan yang keluar karena proses persalinan atau memberi jamu tertentu untuk memperkuat tubuh.
Umumnya terutama di daerah pedesaan keputusan terhadap perawatan medis apa yang akan dipilih harus dengan persetujuan kerabat yang lebih tua atau keputusan berada di tangan suami yang seringkali menjadi panik melihat keadaan krisis yang terjadi. Kepanikan dan ketidaktahuan akan gejala-gejala tertentu saat persalinan dapat menghambat tindakan yang seharusnya dilakukan dengan cepat.

sangatlah penting kita memperhatikan Perawatan kehamilan merupakan salah satu faktor yang amat perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian ketika persalinan, disamping itu juga untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan janin. Memahami perilaku perawatan kehamilan (ante natal care) adalah penting untuk mengetahui dampak kesehatan ibu dan bayi .
 
·   sumber: Central Bureau of Statistics et al 1995 Indonesia DemograQhic and health Survey & Departemen Kesehatan R.I 1994 Profil Kesehatan Indonesia 1994 Pusat Data Kesehatan, Jakarta

Kamis, 25 November 2010

Aspek Kebudayaan Pada Masa Nifas

Aspek budaya pada masa nifas 
adalah suatu hal yang mendasar , yang berasal dari bahasa sanserketa yaitu buddhayah merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) . serta mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Masa nifas adalah dimana kelahiran plasenta berakhir sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamnya 6 minggu-8 minggu .
selain itu juga masa nifas juga merupakan masa kritis pada bayi , sebab dua pertiga kematian bayi terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir . untuk itu perawatan pada masa nifas merupakan hal yang sangat penting untuk di perhatikan .

Macam-macam perawatan pada ibu dan bayi :
_Perawatan masa nifas mencakup berbagi aspek mulai dari pengaturan mobilisasi , anjuran untuk kebersihan diri  , pengaturan diet , terutama untuk kelancaran pemberian air susu ibu guna pemenuhan nutrisi bayi 
_ Perawatan juga memanfaatkan sistem pelayanan biomedical .

ada pun cara untuk Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan dan rujuk bila perdarahan berlanjut. Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.


macam-macam aspek  pada masa nifas :
• masa nifas dilarang makan telur, daging, udang, ikan laut dan lele, keong, daun lembayung, buah pare .
• Setelah melahirkan atau setelah operasi hanya boleh makan tahu dan tempe tanpa garam “ngayep” dilarang banyak makan dan minum .
• masa nifas dilarang tidur siang
• Ibu setelah melahirkan dan bayinya harus dipijat/ diurut, diberi pilis / lerongan dan tapel.
• Masa nifas harus minum abu dari dapur dicampur air, disaring, dicampur garam dan asam diminumkan supaya ASI banyak
.


Untuk mengetahui pengetahuan ibu nifas tentang tanda-tanda bahaya masa nifas di wilayah Puskesmas :
1. Secara Teoritis.
Penelitian ini sangat bermanfaat untuk mengetahui secara spesifik mengenai gambaran pengetahuan ibu nifas tentang tanda-tanda bahaya masa nifas.
2. Secara Praktis.
Meningkatkan kualitas pengetahuan kesehatan khususnya tentang tanda-tanda bahaya masa nifas.




Menambah pengetahuan dan pengalaman dalam penerapan ilmu pada bidang asuhan kebidanan nifas khususnya tentang tanda-tanda bahaya masa nifas.
 

sumber :   universitas sumatera utara
Soepardan, Soeryani. 2007. Konsep Kebidanan. Jakarta: EGC.